selarasprima.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Seorang Balita Memanjat Ayahnya Yang Sedang Sholat

Kamis, 24 April 2014

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah bertemu lagi kita dalam keadaan sehat walafiat.

Apa yang terpikir oleh sobat ketika kata "Sholat" di ucapkan???
Khusu, Masjid, Berjamaah, Suci, Menghadap Kiblat, yaa masih banyak yang lainya.

Yang menarik disini, ada sebuah video dimana Sang Ayah Sholat sambil menjaga anak balita-nya.
Ketika saya melihat video ini, saya sempat tersenyum dan bahkan tertawa.



Begitu polosnya sifat anak, yang hanya "bermain" (bermainnya anak kecil  adalah belajar) sampai-sampai ia berusaha, menaiki dan memanjat badan Sang Ayah yang sedang Sholat.

Langsung saja tonton video ini.
KLIK DISINI
Kalo sobat terhibur, sobat wajib men-Like postingan ini.

Sosok Pemimpin Tauladan dari Nusantara

Rabu, 23 April 2014

Bung Hatta : www.apakabardunia.com

Tokoh proklamator, salah satu founder Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di usia 78. Untuk mengenangnya, kita telusuri lagi kehidupan pemimpin bangsa ini yang penuh kesederhanaan dan kebersahajaan.

Kita pasti berpikir, menjadi orang nomor 1 atau nomor 2 di republik ini berarti hidup enak, terjamin, semua yang diingini mudah diperoleh. Bayangan seperti itu tak berlaku bagi Bung Hatta. Karena Beliau bahkan tak pernah mampu beli sepatu impiannya.


Berikut beberapa kisah yang patut kita teladani dari seorang pejabat negara :
1. Tidak dapat membeli sepatu idaman
Dikisahkan, suatu ketika Hatta pergi ke luar negeri. Di sebuah toko, ia melihat sepatu Bally dan terpesona. Tapi, tak cukup uang di saku. Di masa itu, Bally merupakan merek ternama nan mahal. Saking mengidamkan, guntingan iklan sepatu Bally di koran disimpannya. Ia berharap suatu waktu bisa membeli.
Sampai Hatta wafat, sepatu Bally idamannya tetap tak terbeli. Uang tabungan tak pernah mencukupi -- selalu terpakai untuk keperluan rumah tangga, menolong kerabat, dan kebutuhan lain.
Bung Hatta memang dikenal orang yang sederhana, teguh pada prinsip, dan tidak mau memanfaatkan fasilitas negara. Kisah-kisah berikut semakin membuktikan hal tersebut.

2. Pergi satu koper, Pulang pun satu koper
Sebagai pejabat tinggi, apalagi wakil presiden tentu sering berkunjung ke berbagai negara. Lazimnya dapat kesempatan ke luar negeri pasti akan pulang penuh oleh-oleh. Namun, apa kata sekretaris Bung Hatta, I. Wangsa Widjaja soal atasannya?
"Ia pergi membawa satu koper dan pulang dengan satu koper pula," tulis Wangsa di Mengenang Bung Hatta. Wangsa bilang, Hatta tak suka menghamburkan uang untuk belanja ini dan itu.
Hatta juga nyaris tak pernah memanfaatkan kunjungan ke luar negeri untuk bersenang-senang. "Kalaupun beliau menghendaki liburan, satu-satunya hiburan beliau adalah  mengunjungi toko buku dan membenamkan diri di antara rak-rak buku selama berjam-jam," lanjut Wangsa yang bekerja untuk Hatta sejak November 1945 itu.

3. Mobil negara bukan hak milik pribadi
Pada 1950, ibunda Hatta ingin bertemu anaknya. Lalu, Hasjim Ning (Kemenakan tiri Hatta) diminta menjemput Mak Tuo, panggilan Sang Ibunda, ke Sumedang, Jawa Barat.
Saat itu Hasjim Ning mengusulkan kenapa tak memakai mobil dan supir Hatta saja. Pasti Mak Tuo bangga dijemput dengan mobil Perdana Menteri.
"Tidak bisa. Pakai saja mobil Hasjim. Mobil itu bukan kepunyaanku, kepunyaan negara," kata Hatta seperti dikutip dalam otobiografi Hasjim, Pasang Surut Pengusaha Pejuang.

4. Mesin jahit dan rahasia negara
Keteguhan prinsip Hatta bahkan dirasakan juga oleh istrinya, Rahmi Rachim. Ceritanya, sang istri menghemat pengeluaran keluarga agar bisa membeli mesin jahit. Setelah uangnya terkumpul dan hampir mencukupi untuk membeli mesin jahit, tiba-tiba ia dikejutkan berita bahwa Pemerintah RI menerbitkan kebijakan sanering atau pemotongan nilai uang. Diturunkan hingga tinggal 10 persennya. Maka, Rp 1.000 menjadi Rp 100 dan seterusnya. Tujuannya untuk mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk waktu itu.
Duit Rahmi yang hampir mencukupi tiba-tiba menjadi tidak ada nilainya. Dengan hati sedih ia mendatangi suaminya dan berucap, ”Pak, Bapak kan Wakil Presiden. Bapak pasti tahu bahwa pemerintah akan mengadakan sanering. Mengapa Bapak tidak memberi tahu kepada ibu?”
Hatta menjawab, ”Bu, itu rahasia negara. Kalau Bapak beritahu pada ibu, berarti itu bukan rahasia lagi.”


Indahnya jika pemimpin sekarang kita bisa mempunyai sifat tauladan seperti beliau ini, Sepi yakin Indonesia pasti bisa menjadi negara maju dan mempunyai kedaulatan yang haq atas negara dan masyarakatnya.
Mari kita doakan agar pemimpin kita kedepan bisa seperti beliau.
sumber: apakabardunia.com

Atas Dasar Cinta Kepada-Nya Kita Bersatu

Minggu, 20 April 2014




Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Beredar luas di dunia maya, dengan berbagai versi layout yang berbeda namun isi didalamnya tetap sama.
Secara umum dan spesifik Adib Altamis menilai puisi ini cukup baik jua syarat akan makna, puisi ini bisa di artikan dari berbagai sudut pandang. Tergantung psikologis dari si pembaca. Nah.... Adib Altamis merasa ingin menulis ulang puisi tersebut, tetap memakai kerangka yang sama namun dengan isi yang berbeda. Penasaran.... Yuu langsung aja kita baca.





Allah mempertemukan untuk berbagai alasan.
Salah satunya untuk belajar.
Belajar berbagi belajar memahami.
Insya allah diwaktu yg telah ditetapkan darinya, kita akan menjadi satu selamanya.

Atas dasar cinta kepadanya,
Insya allah engkau telah menjadi bagian yg terpenting untuk sekarang dan selamanya.

Lakukan yg terbaik disetiap detik atas dasar kecintaan kepadanya,
walau akan ada banyak cobaan datang kepada kita.

Tidak ada yg sia sia, karena allah menghargai setiap proses, bukan hasil.
_Adib_Altamis_20/04/14

Aku Senang Atas Keberhasilanmu

Rabu, 16 April 2014



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah kita masih diberikan nikmat sehat, terima kasih kepada pembaca setia selarasprima.blogspot.com atas kunjungan rutinnya.
Berawal dari kegelisan saya, akhirnya lantuan syair ini tercipta. Yaaa saya sedang terperanjak dengan kondisi teman teman saya yang sudah disibukkan dengan impian masa kecilnya. Sementara saya masih termenung di kebun ini. Oke, bersyukurlah atas segala nikmat yang telah diberikan dan semoga Allah menambah nikmat atas syukurmu tersebut.
Langsung saja di nikmati ya...
Silahkan

Pohon yang ditanam bertahun tahun itu mulai berbunga,
mungkin dalam waktu dekat dia akan berbuah.


Akupun berharap jangan sampai kau lupa,
pada siapa yang menanam dan dimana engkau ditanam.

Senang,
menerpa mengayun dedaunan tangkai
atas semua keberhasilanmu menggapai dunia kawan.

Walaupun aku tidak seberuntung dirimu,
tapi mungkin ini jalan-Nya,
entah karena memang aku yg belum siap.
atau
karena aku di tugaskan oleh-Nya
untuk menjaga kebun yang banyak menghasilkan orang besar ini.

Ingatlah selalu pesan kaya makna yang digantungkan oleh murabbi ditangkaimu.

Semoga kita semua menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat.
Ingin rasanya, kita berkumpul di syurganya dalam 1lingkaran diruang penuh suka cita.
_adib_altamis_16/04/14

Berjuang Merajut Ukhuwah Parpol Islam

Jumat, 11 April 2014



Assalamu'alaykum
Bismilahirrahmanirrahim
Semoga yang sedikit ini bisa jadi mendongkrang semangat kita sebagai pemuda muslim Indonesia

Pagi buta para pemuda "menculik" Soekarno Hatta ke Renggasdengklok, para kaum muda mendesak para kaum tua untuk sesegera mungkin mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.
22 tahun saya belajar mengenyam pendidikan di sekolah dan universitas, baru sekarang saya sadar bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibaca di bulan suci penuh keberkahan dan rahmat-Nya, yaa 17 Agustus 1945 jatuh pada tanggal 8 Ramadhan 1364. Subhanallah, Astagfirullah.
Subhanallah, ternyata allah merahmati bumi Indonesia dan atas izin di bulan rahmat-Nya Indonesia bisa merdeka. :')
Astagfirullah, ternyata musuh islam telah berhasil menyimpan rahasia besar kemerdekaan bangsa ini, mereka berhasil mengaburkan makna dari pengorbanan para pahlawan kita, mm tidak..... mereka bukan sekedar pahlawan, mereka adalah para syuhada, mereka berjuang Fii Sabilillah untuk kemerdekaan Indonesia, sebut saja Pageran Diponogoro, Bung Tomo, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, pangeran Antasari, dll.

Saya berfikir Indonesia belum memiliki jati diri yang benar-benar tertanam kepada setiap masyarakatnya.
Panjang, jika ini dibahas...
Kali ini saya tidak sedang fokus membahas ini. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas harapan saya sebagai pemuda muslim dan mungkin juga umat#Pilpres2014
Pernahkah terlintas mengapa partai Islam begitu banyak? Pernahkah terlintas mengapa partai Islam tidak masuk ketiga besar? Pernahkah terlintas mengapa partai Islam tidak bersatu?
Ya, itu juga ada dalam pikiran saya. Umat pun menjadi binggung, mau pilih yang mana?
Semua partai Islam menganggap bahwa platfrom yang mereka bawa masing-masing adalah yang paling baik. hmm begitu..
Jika anda mencoba untuk memahaminya satu per satu, pasti terlihat celah celah mereka. Memang tidak ada yang sempurna yang ada adalah berusaha semaksimal mungkin untuk sempurna.
Saya pun menjadi skeptis/ragu, bagaimana mungkin umat bisa bersatu JIKA para petinggi golongannya tidak mau menyatu. Bagaimana mungkin umat ini bisa bangkit JIKA kita ukhuwah ini tidak di jait.

Pertanyaan saya ini pun terjawab dalam Majelis Tadabbur Al-Quran di #AQL oleh Ustadz Bactiar Natsir dengan nama keren UBN.

Taukah anda apa itu Jas Merah?
2 kata ini di lontarkan oleh Presiden Pertama kita, agar kita banyak belajar
JaS MeRah adalah akronim dari kata Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
Lalu apa hubungannya?
Mari kita coba tarik benang birunya.
Diawal saya coba paparkan mengenai proses detik detik terjadinya Proklamasi Kemerdekaan R.I
Masih bingung??? atau sudah ada yang bisa menangkap benang birunya??

Mari kita coba buat pemetaannya (kebiasaan yang biasa di lakukan oleh UBN jika mentadaburi Al-Quran, agar para peserta tadabbur menjadi paham)
Point Pertama
Dalam detik-detik proses terjadi Proklamasi Kemerdekaan, ada banyak tekanan dari berbagai pihak, sehingga para kaum tua memiliki banyak pertimbangan untuk dengan segera memproklamirkan kemerdekaan
Menilik keadaan saat ini, yang terjadi saat ini, para petinggi parpol islam memiliki kepentingan masing-masing, sehingga sulit sekali bersatu

Point Kedua
Ada proses dimana kaum muda berusah untuk membujuk kaum tua untuk dengan segera memproklamirkan kemerdekaan
Ini adalah situasi yg harus kita buat saat ini, para pemuda muslim harus bergerak, harus meyakinkan para petinggi parpol islam untuk bersatu untuk umat

Point Ketiga
Para kaum tua memiliki banyak pertimbangan sehingga enggan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tapi apa reaksi pemuda? menyerahkah? TIDAK, para pemuda bahkan siap untuk resiko paling buruk (berperang dengan semangat menuju kemerdekaan melawan penjajah), sehingga semangat para pemuda itu meluluhkan Soekarno-Hatta
Jika para petinggi parpol Islam tidak mau bersatu untuk kejayaan umat, apakah kita sebagai pemuda muslim menyerah? Jawabannya adalah JaS MeRah
Para syuhada kita telah meyakinkan para pemimpinnya dengan taruhan nyawa yang ada dalam dirinya, kenapa kita tidak???

Point Keempat
Kemerdekaan Indonesia lahir dibulan penuh keberkahan, yaitu bulan Ramadhan.
Apakah saat ini adalah momentum yang paling baik untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik 5 tahun kedepan??? Yaa, ini adalah momentum yang paling baik, sebab #PILPRES nanti akan di selenggarakan di bulan ramadhan. Dibulan tersebut hati umat cenderung satu dan juga bersih, kata UBN dalam MaTaQu.
Ya kita harus bergerak, meyakinkan para petinggi parpol islam beserta para petinggi ormas untuk bersatu, bersatu untuk kejayaan umat.
Insya Allah

Kesimpulan
Kita para pemuda muslim adalah agen tukang jait (begitullah yang ku dengar dari Tadabbur Al-Quran, 10 April 2014- umat butuh tukang jait yang bisa merajut dengan halus setiap pemimpin islam, entah itu ormas ataupun parpol).
Itulah yang harus kita sadari dulu, buanglah ego kelompokmu. Kita ini ISLAM, dan hanya ISLAM. Visi kita jelas, visi kita satu, Agar ISLAM berjaya di INDONESIA.
Maka dari itu kita harus bergerak dari sekarang, merajut sedikit demi sedikit dengan halus dan lemah lembut, dengan santun juga dengan semangat.
Mari kita berdoa agar Allah menyatukan hati para pemimpin kita karena telah diriwayatkan dalam Al-Quran dan Hadist :
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yg beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yg berada di bumi, niscaya kamu tak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.
An-Anfal-63
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

Berikut saya lampirkan kata-kata mutiara dari Sang Proklamator kita, agar jiwa-jiwa pemuda yang ada dala diri kita bisa bangkit dan melawan penjajahan ini.
1. "Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri."

2. "Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya."

3. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."

4. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." [Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961]

5. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali."

6. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

7. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"

8. "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."

9. "Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak." [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

10. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang."
sumber:http://rohmatullahhdotblogspotdotcom


_Adib_Altamis_11/04/14

Keringat Asam

Rabu, 02 April 2014




Rasanya seperti Keringat Asam

Dengan ini aku berharap bisa kembali kemasa jaya dikala tak seorangpun bisa merusak mimpiku
Aku terbang menari diatas kertas putih merangkai mimpi masa depanku
Namun kertas ini sudah terlalu kompleks, cukupkah kertas ini, merangkai sisa mimpiku??!!

Rasa asam bercampur keringat seolah merasa jijik jika melihat yang lain senang
Entah mulai dari mana virus ini menjalar, terkadang membuat hati resah, penuh gelisah.
Lihat dia, pintar dan juga kaya...
akkhh, keringat asam.!!!!
Ini salah, harus diubah.!

Cukupkah aku berjalan di atas karpet putih?
Aku ini hina, apa aku pantas disebut manusia langit?
Banyak kata yang menyapaku bahwa manusia tempatnya salah
Lantas apakah semua kesalahanku, menjadi sah?

ini membuat saya gila, dan juga mungkin anda.
Dengan sekali kibasan tangan ia dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan
Jujur aku sangat iri..akkkhhh keringat asam..
Tidak, tidak boleh ini terjadi. dia sukses karena kerja kerasnya..
Ini salah, harus diubah.!

Diri ini harus membuat suatu kerangka dasar hidup berbahagia
Dimana taqwa menjadi pondasinya, iman menjadi atapnya.
Lalu kemudian diperindah dengan kesabaran juga keikhlasan.

02/04/14 BAR on transformation

Sejarah PO. Dedy Jaya

Kamis, 13 Maret 2014

Waaww
Ada miniatur bus putih dengan livery sederhana...
Kira-kira bus apa dan siapa yang memegang bus itu ya???

Assalamu'alaykum Wr. Wb
Alhamdulillah kita bisa berjumpa kembali disini....

Oiaa..
Mungkin sobat sepi sudah menduga/menerka bus apa itu dan siapa yang memegangnya...
hmmm

Ya sobat sepi benar sekali
Karena judul postingan kali ini Sejarah PO. Dedy Jaya secara ga langsung pasti bus putih itu bernama Dedy Jaya dan yang megang busnya siapa lagi kalo bukan pemiliknya Pak Muhadi (Dr. HC H. Muhadi Setiabudi)

Sekilas PO. Dedy Jaya tidak terlalu banyak dilirik oleh para pecinta bis namun ternyata sejarah PO. Dedy Jaya ini sungguh inspiratif dan sangat berguna untuk kita yang ingin seperti dia.

Berikut kita simak profile singkat dari beliau 
Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi lahir di Brebes, 01 Maret 1961 ia adalah pengusaha Indonesia asal Brebes, Jawa Tengah. Muhadi Setiabudi adalah pemilik PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa, PO. Dedy Jaya dan Mall Dedy Jaya.

Ayahnya hanyalah seorang petani desa yang tidak tahu apa itu baca tulis. Muhadi sendiri bukanlah anak yang menonjol di sekolahnya. Biasa-biasa saja. Bahkan ia hanya bisa meluluskan sekolahnya hanya setingkat SMP yaitu di madrasah sanawiyah di sebuah pesantren di Cirebon.

Setelah memutuskan tidak melanjutkan sekolah, Muhadi lantas bekerja membantu bapaknya di sawah. Selain itu ia juga menjadi penjaja es keliling dari kampung ke kampung, berjualan minyak keliling dan juga menjadi kondektur bus. Semua pekerjaan itu ia lakoni selama bertahun-tahun dan setulus hati. Ia pun bukan orang yang neko-neko, setiap uang hasil keringatnya selalu ia simpan buat bekalnya di kemudian hari. Begitulah hari-hari yang dilalui Muhadi, penuh perjuangan dan bekerja keras.

Hingga suatu hari ketika usianya 19 tahun, ia bertemu dengan seorang wanita yangbernama Atik Sri Subekti  lalu dinikahinya pada tahun 1981. Muhadi memang nekat menikah walau usianya masih 19 tahun "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Setelah menikah Muhadi berfikir bahwa ia tak bisa selamanya bekerja serabutan, selain hasilnya sedikit juga tak ada masa depannya.


Maju Selangkah Untuk Sukses
Muhadi lalu berfikir untuk berdagang bambu. Modal awalnya hanya 50 ribu hasil tabungannya selama ini. Dari berjualan bambu ini titik terang semakin terlihat. Bambunya begitu laris hingga meraup keuntungan berkali lipat. Sering pesanan dalam jumlah besar datang. Biasanya berasal dari pemborong bangunan. Jika sudah demikian ia bisa meraup untung hingga 7 kali dari biasanya.

Bambu mungkin jalannya dalam meraih sukses. Tidak hanya mendapat laba berlipat namun dari jualan bambu ia bisa memiliki banyak kenalan dengan pemborong dan bisa belajar tentang ilmu usaha bangunan. Ia pun berfikir untuk membuka toko bahan bangunan, para pemborong itu juga pasti membutuhkan material bangunan dan ia bisa menyuplainya juga.

Toko bahan bangunan pun akhirnya didirikannya dengan modal dari keuntungan jualan bambu dan dari pinjaman bank.

Agaknya pilihan Muhadi untuk membuka toko bahan bangunan memang tepat. Buktinya tokonya sangat laris. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Selain itu toko bahan bangunan menjadi sumber modalnya yang utama dalam mendirikan bisnis lainnya kelak.

Toko bahan bangunan telah menjadi mesin pencetak uang baginya. Terbukti tujuh tahun setelah itu Muhadi bisa membeli beberapa bus besar. Ia pun mendirikan perusahaan bus PO Dedy Jaya yang melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Tentunya penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Saat ini jumlah armada busnya mencapai ratusan unit. Muhadi mengambil nama anaknya Dedion Supriyono sebagai nama PO nya dan nama grup bisnisnya.



Setelah menjadi miliarder, Muhadi tak lantas berpuas diri menikmati jerih payahnya. Ia selalu berfikir untuk mencari terobosan baru guna membuat mesin pencetak uangnya yang lain. Muhadi lalu menginvestasikan keuntungan usaha busnya dengan membuka toko emas dan menerjuni usaha perkayuan di Tegal.

Karena telah memiliki usaha bambu, toko bahan bangunan dan usaha perkayuan, Muhadi pun berfikir untuk menjadi kontraktor. Ia melirik bisnis pusat perbelanjaan palagi di kotanya yaitu Tegal saat itu peluang tersebut masih sangat terbuka lebar. "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.



Impian Muhadi membangun sebuah mall di Tegal akhirnya menjadi kenyataan. Pada tahun 1998 ketika maraknya krismon, Mall Dedy Jaya pun akhirnya berdiri. Muhadi juga membangun dua hotel berbintang. Lokasinya yaitu di Tegal dan Brebes. Muhadi berfikir bahwa jika ada turis entah itu domestik atau asing tentu membutuhkan penginapan yang berkelas. Saat itu di kedua daerah tersebut belum ada hotel yang berkelas yang ada cuman losmen – losmen kecil saja. Sehingga bisnis hotelnya hampir tak ada saingan.


Hasil Kerja Keras Seorang Muhadi
Kegigihan Muhadi untuk merubah nasibnya patut diacungi jempol. Di usianya yang masih 31 tahun, ia sudah menjadi pemilik grup bisnis beromset miliaran bahkan mungkin triliunan. Bahkan jerih payahnya ini selain menghasilakn uang juga telah membuatnya menerima berbagai penghargaan dan gelar. Dirumanya, ada tiga almari yang penuh dengan berbagai piala dan piagam penghargaan. Yang paling membanggakan adalah penghargaan upakarti dari Presiden. “Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.

Motto hidup Muhadi adalah Masalah nasib urusan belakangan, yang penting kerja keras dulu. Itulah yang mendasari dirinya untuk terus mencoba dan mencoba bisnis baru. Sebagai catatan walau ia sudah memiliki perusahaan bus dan juga menjadi kontraktor, usaha nya yang dulu tak pernah ditinggalkannya seperti usaha bambu dan toko bangunan karena dari dua usaha itulah yang menjadi dasar bisnisnya sekarang ini.

Muhadi tak menampik bahwa peran serta bank dalam mengucurkan pinjaman untuk nya juga sangat penting. Namun perlu dicatat bahwa bank tak mungkin mempercayakan uangnya jika kredibilitas seseorang tak bagus. Muhadi mengakui bahwa hutangnya di bank cukup besar, namun ia tak malu mengakui itu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Muhadi bukan tipe orang yang suka pamer dan bermewah-mewah dengan hasil yang telah dicapainya. Kantor pusatnya sangatlah sederhana, hanya ruangan sebesar 24 m2 yang menempel dengan rumahnya di daerah Jalan Raya Cimohong, Bulakamba. Dari situlah Muhadi mengendalikan kerajaan bisnisnya.




Kegagalan Itu Selalu Membuntuti
Muhadi tidak terus-terusan mendapat sukses. Ia juga pernah gagal bahkan hampir membuatnya berhenti dari segala bisnisnya. Ia pernah merasakan pahitnya rugi, pahitnya gagal dan hampir bangkrut. Salah satu bisnisnya yang gulung tikar adalah usaha bioskop Dedy Jaya di Tegal. Awalnya usaha ini menuai untung yang besar namun kemudian marak VCD bajakan yang membuat orang enggan ke bioskop. Perlahan-lahan pengunjung bioskopnya sepi dan akhirnya Muhadi terpaksa melego bioskopnya.

Muhadi juga pernah menjajal bisnis kapal ikan. Dibisnis ini persainganya sangat ketat dan ketika itu bertepatan dengan krismon tahun 98. sebenarnya saat itu bisnisnya baru berkembang dan sedang butuh banyak modalnamun karena krismon suku bung naik terus membuat bank tak sanggup mengucurkan modal besar. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada," kenang Muhadi.

Hampir saja bisnis kapal ikan ini juga menyeret bisnisnya yang lain untuk rugi akhirnya ia hentikan bisnis kapal ikannya agar tak berdampak pada bisnisnya yang lain.


Siapa yang bersungguh-sungguh, Insya Allah berhasil
Roda itu berputar, begitu juga dengan nasib Muhadi. Kesuksesan demi kesuksesan yang didapatnya selama ini bukanlah didapatnya secara instan. Ia bukan mendapatkan nya dari warisan. Ia mendapakannya dari usaha keras dan doa. Muhadi, yang awalnya hanya seorang tamatan SMP, hanya seorang pedagang es dan minyak keliling dan hanya seorang kondektur bus itu kini telah menjelma menjadi seorang yang sukses bersama raksasa bisnisnya yang berpusat di Tegal Dedy Jaya Group. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama mau bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya.



Sekian untuk postingan kali ini,
semoga kita semua dapt mengambil banyak pelajaran dari Sejarah PO. Dedy Jaya yang cukup Inspiratif ini.
Wasalamu'alaykum Wr. Wb


Sumber : 



Karya Seni Kelas 4 SDS Tunas Cemerlang

Senin, 10 Maret 2014

Assalamu'alaykum Wr. Wb
Kembali lagi di SEPI Blog....
Kali ini saya akan mengupdate karya seni dari anak Sekolah Dasar tempat saya mengajar...

langsung aja yaa









 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SELARAS PRIMA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger