selarasprima.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Bis Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bis Indonesia. Tampilkan semua postingan

BJU, Pelopor Bis Hitam

Sabtu, 26 April 2014



Assalamu'alaykum Warahamtullahi Wabarakatuh
Akhirnya Sepi dapat berbagi kembali kisah sukses, kisah dibalik berdirinya Perusahaan Otobus yang terkenal karena fasilitas Wifi On The Bus - nya, yaa itulah BEJEU.

Hitam, adalah ciri khas dari mobil bus yang dioperasikan untuk mengangkut para penumpang setianya. Taukah anda apa nama bis ini??
Biasa orang membacanya dengan kata BEJEU, namun kata "BEJEU" diambil dari sebuah singkatan BJU yang jika  dijabarkan adalah Bongkotan Jati Utama.
Agar lebih enak diucapkan ditambahkanlah dua huruf "e" dan menjadi lebih berkesan sebuah kata "kata Rifky, adik bungsu sang pendiri Bejeu." Namun ada juga yang mengartikan "bejo" yang dalam bahasa Jawa artinya mujur/untung. Mudah-mudahan bisnis keluarga saya bisa seperti itu, "ucapnya sambil tertawa lebar."

Ternyata, sebelum merintis sebuah Perusahan Otobus yang bernama BEJEU, telah memiliki sebuah bisnis menjual kayu-kayu jati hasil lelang, sejak tahun 1989 yang kemudian menjadi nama usahanya Bongkotan Jati Utama (BJU).

Karena ada ide untuk menambah perputaran dana usahanya, dari sinilah sosok bus gagah dengan warna hitam mengkilatnya muncul, beliau H. Rofi'udin, S.E sang pemilik sekaligus pendiri membeli sebuah armada Isuzu Bison yang kemudian disusul dengan bus besar hasil lelang dari  Big Bird di Jakarta tahun 2003.

PO. Bejeu yang awalnya hanya melayani charter armada saja, dewasa ini sudah hadir untuk meramaikan pasar AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) khusus jalur Jepara-Jakarta sejak tahun 2007. Itu pula masih terbatas hanya untuk kurusan Pulogadung, Jakarta.





sumber : www.bismania.com

Semua Tentang JETBUS

Kamis, 24 April 2014

ilustrasi : JETBUS


JETBUS atau yang memiliki nama asli Royal Travego adalah salah satu dari sekian banyak varian tipe bus yang dibuat oleh perusahaan karoseri ternama Adi Putro (Malang, Jatim). Tipe ini (Royal Travego/JETBUS) merupakan inovasi dari tipe pendahulunya yaitu New Travego. Tipe ini dikenal dengan nama JETBUS. JETBUS sendiri merupakan singkatan dari Jetrokusumo Bus (JetBus). Jetrokusumo merupakan owner dari Perusahaan Karoseri Adi Putro.
Saat ini karoseri tipe JETBUS dari Adi Putro hampir menguasai pasar bus di Indonesia. Mulai dari segmen bus kecil, sedang hingga bus besar. Banyak Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia (pulau jawa khususnya) mempercayai tipe JETBUS untuk membalut chassis busnya, karena kualitas body dan modelnya yang elegan. Seiring dengan kepercayaan konsumen (pemilik PO) yang memakai produk JETBUS, pihak karoseri Adi Putro terus berinovasi membuat tipe JETBUS. Berikut varian tipe JETBUS dari Adi Putro.


1. JETBUS MC
Biasanya kendaraan ini bermesin Isuzu Elf, Hino Dutro, Mitsubishi Canter, & Toyota Dyna. Untuk lampu belakang, model ini menggunakan lampu belakang Ford Ranger. Ada 2 type, short chassis & LWB (Long Wheel Base).

2. JETBUS MCT
Medium bus ini baru muncul di event IIMS 2012. Medium bus yang satu ini ternyata sudah mengaplikasikan Air Suspension (Suspensi Udara).

3. JETBUS MD
Adalah body buatan Adi Putro untuk segmen medium bus, biasanya varian ini berchassis Mitsubishi FE84G BC, Hyundai Mighty Bus, Hino FB dll.

4. SUPER JETBUS MD
Adalah versi penyempurnaan dari type JETBUS MD. Dengan menambahkan 4 titik sensor parkir pada bumper belakang, 2 buah stop lamp tambahan (bawah stop lamp utama) dan variasi 4 buah lubang muffler. Setelah saya teliti lagi adalah pada bagasi belakang yang telah diberi grill layaknya premium big bus / bus besar bermesin belakang.

5. JETBUS (non HD)
Awal kemunculan nama JETBUS, adalah karena varian ini. Model ini rilis setelah model New Marcopolo. Untuk membuat tampilan yang segar, karoseri Adi Putro membuat model baru yang diberi nama “JETBUS”

6. JETBUS HD (High Deck)
Setelah varian JETBUS non HD sukses di pasaran. Lalu Adi Putro membuat varian baru lagi, yaitu JETBUS HD. HD yang artinya High Deck, jadi bodi bis lebih tinggi dari pada non HD. Banyak chassis yang dapat diaplikasikan pada model ini, misalnya Mercerdes-benz OH1521, OH1525, OH1526, OH1626 dan Hino RK8.

7. JETBUS HD SE (High Deck Special Edition)
Secara umum tak ada yang beda antara JETBUS HD & JETBUS HD SE. Setelah saya teliti lagi, ternyata bedanya pada tampilan belakangnya. Adanya stop lamp tambahan dibawah stop lamp utama dan juga muffler knalpot ada 2 lubang.

8. SUPER JETBUS
Varian ini adalah hasil penyempurnaan & penyegaran tampilan dari JETBUS HDSE. Adanya 5 titik sensor parkir pada body belakang bis. Dan lubang mufler bertambah menjadi 4 buah.

9. SP JETBUS HD
Armada PO. Gunung Harta yang satu ini memang mantap dari segi mesinnya, karena bis ini telah menggunakan mesin Golden Dragon seri terbaru yaitu dengan tenaga 330HP. Saya belum tau pasti tentang varian yang satu ini, apa mungkin SP itu maksudnya Spesial???

10. NEW JETBUS HD
Senjata baru milik PO Kerub Pariwisata telah selesai diberi body oleh Karoseri Adi Putro. Dengan memberi penamaan yang sedikit berbeda yaitu NEW JETBUS HD. Yang paling spesial dari armada ini adalah dari chassisnya. Bis ini menggunakan chassis Mercedes-Benz OH1836 Euro3. Pada eksterior, bis ini juga memiliki sudut-sudut yang agak berbeda dengan produk Adi Putro pada umumnya, yakni pada bumper depan yang dibuat lebih modern, stop lamp menggunakan lampu Travego serta bumper belakang dan 4 buah muffler.

11. JETBUS +
Ada yang baru dari PO. Zentrum. Di akhir-akhir tahun 2012 Zentrum telah melahirkan armada barunya, tentu saja buatan Karoseri Adi Putro. Namun ada yang beda dari biasanya, kali ini dengan nama JETBUS +. Varian ini diciptakan untuk PO Zentrum dengan 2 warna livery, ada biru dan pink. Tapi tetap dengan motif livery yang sama.

12. ZE JETBUS MATIC
Pertengahan bulan April 2013, PO. Zentrum menambah jajaran armada pariwisata. Kali ini bus berslogan “Matic Bus”. Bus ini menggunakan mesin Mercedes Benz OH1526 Euro 3 dengan Transmisi Otomatis. Bus ini juga dilengkapi dengan Suspensi Udara yang memanjakan penumpangnya.

13. EROBUS FD : Gebrakan baru dari PO. Efisiensi untuk mempersiapkan tahun baru 2013. PO. Efisiensi telah mempersiapkan bus yang berbaju rakitan karoseri adiputro. Tapi sudah tidak menggunakan nama “JETBUS HD” lagi. Melainkan “Erobus FD”. Yang spesial dari armada ini adalah 2 mufler kanan dan kiri dengan tulisan “Efisiensi Erobus FD”.


14. JETBUS STAR HD
Ada yang baru dari PO. Nusa Bhakti Trans. Dengan memperkuat jajaran armadanya, Nusa Bhakti telah mempersiapkan senjata andalan, yakni JETBUS Star HD. Bis ini bermesin Mercedes-Benz OH1526. Dan istimewahnya bis ini sudah dilengkapi dengan Air Suspension (Suspensi Udara) yang tentunya membuat penumpang semakin nyaman.

15. JETBUS HD (OBL Custom Version) : Setelah JETBUS HD dengan chassis Mercedes-Benz OH1830 selesai, kemudian OBL (Safari Dharma Raya) menambah armada spesialnya. Yaitu JETBUS HD dengan sedikit custom dibagian body belakang tepatnya pada stop lamp yang menggunakan lampu ala Travego. Bis ini dikenal dengan nama “Kinchai Moccacino” karena bus ini menggunakan chassis King Long dan engine dari Yuchai. Juga disebut Moccacino mungkin karena warnanya coklat.


16. JETBUS HD-2
Merupakan varian inovasi terbaru 2014 dari JETBUS HD. JETBUS HD-2 memiliki bentuk lampu depan dan belakang yang berbeda dari jetbus2 pendahulunya. Bentuk lampu depan dan belakangnya lebih garang namun tetap elegan. Varian tipe ini baru-baru ini diluncurkan oleh Adi Putro. Meskipun baru diluncurkan sudah banyak PO yg memakai tipe ini. Diantaranya : Sinar Jaya, Subur Jaya, Armada Jaya Perkasa, dll.









Sumber : 

Sejarah PO. Dedy Jaya

Kamis, 13 Maret 2014

Waaww
Ada miniatur bus putih dengan livery sederhana...
Kira-kira bus apa dan siapa yang memegang bus itu ya???

Assalamu'alaykum Wr. Wb
Alhamdulillah kita bisa berjumpa kembali disini....

Oiaa..
Mungkin sobat sepi sudah menduga/menerka bus apa itu dan siapa yang memegangnya...
hmmm

Ya sobat sepi benar sekali
Karena judul postingan kali ini Sejarah PO. Dedy Jaya secara ga langsung pasti bus putih itu bernama Dedy Jaya dan yang megang busnya siapa lagi kalo bukan pemiliknya Pak Muhadi (Dr. HC H. Muhadi Setiabudi)

Sekilas PO. Dedy Jaya tidak terlalu banyak dilirik oleh para pecinta bis namun ternyata sejarah PO. Dedy Jaya ini sungguh inspiratif dan sangat berguna untuk kita yang ingin seperti dia.

Berikut kita simak profile singkat dari beliau 
Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi lahir di Brebes, 01 Maret 1961 ia adalah pengusaha Indonesia asal Brebes, Jawa Tengah. Muhadi Setiabudi adalah pemilik PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa, PO. Dedy Jaya dan Mall Dedy Jaya.

Ayahnya hanyalah seorang petani desa yang tidak tahu apa itu baca tulis. Muhadi sendiri bukanlah anak yang menonjol di sekolahnya. Biasa-biasa saja. Bahkan ia hanya bisa meluluskan sekolahnya hanya setingkat SMP yaitu di madrasah sanawiyah di sebuah pesantren di Cirebon.

Setelah memutuskan tidak melanjutkan sekolah, Muhadi lantas bekerja membantu bapaknya di sawah. Selain itu ia juga menjadi penjaja es keliling dari kampung ke kampung, berjualan minyak keliling dan juga menjadi kondektur bus. Semua pekerjaan itu ia lakoni selama bertahun-tahun dan setulus hati. Ia pun bukan orang yang neko-neko, setiap uang hasil keringatnya selalu ia simpan buat bekalnya di kemudian hari. Begitulah hari-hari yang dilalui Muhadi, penuh perjuangan dan bekerja keras.

Hingga suatu hari ketika usianya 19 tahun, ia bertemu dengan seorang wanita yangbernama Atik Sri Subekti  lalu dinikahinya pada tahun 1981. Muhadi memang nekat menikah walau usianya masih 19 tahun "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Setelah menikah Muhadi berfikir bahwa ia tak bisa selamanya bekerja serabutan, selain hasilnya sedikit juga tak ada masa depannya.


Maju Selangkah Untuk Sukses
Muhadi lalu berfikir untuk berdagang bambu. Modal awalnya hanya 50 ribu hasil tabungannya selama ini. Dari berjualan bambu ini titik terang semakin terlihat. Bambunya begitu laris hingga meraup keuntungan berkali lipat. Sering pesanan dalam jumlah besar datang. Biasanya berasal dari pemborong bangunan. Jika sudah demikian ia bisa meraup untung hingga 7 kali dari biasanya.

Bambu mungkin jalannya dalam meraih sukses. Tidak hanya mendapat laba berlipat namun dari jualan bambu ia bisa memiliki banyak kenalan dengan pemborong dan bisa belajar tentang ilmu usaha bangunan. Ia pun berfikir untuk membuka toko bahan bangunan, para pemborong itu juga pasti membutuhkan material bangunan dan ia bisa menyuplainya juga.

Toko bahan bangunan pun akhirnya didirikannya dengan modal dari keuntungan jualan bambu dan dari pinjaman bank.

Agaknya pilihan Muhadi untuk membuka toko bahan bangunan memang tepat. Buktinya tokonya sangat laris. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Selain itu toko bahan bangunan menjadi sumber modalnya yang utama dalam mendirikan bisnis lainnya kelak.

Toko bahan bangunan telah menjadi mesin pencetak uang baginya. Terbukti tujuh tahun setelah itu Muhadi bisa membeli beberapa bus besar. Ia pun mendirikan perusahaan bus PO Dedy Jaya yang melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Tentunya penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Saat ini jumlah armada busnya mencapai ratusan unit. Muhadi mengambil nama anaknya Dedion Supriyono sebagai nama PO nya dan nama grup bisnisnya.



Setelah menjadi miliarder, Muhadi tak lantas berpuas diri menikmati jerih payahnya. Ia selalu berfikir untuk mencari terobosan baru guna membuat mesin pencetak uangnya yang lain. Muhadi lalu menginvestasikan keuntungan usaha busnya dengan membuka toko emas dan menerjuni usaha perkayuan di Tegal.

Karena telah memiliki usaha bambu, toko bahan bangunan dan usaha perkayuan, Muhadi pun berfikir untuk menjadi kontraktor. Ia melirik bisnis pusat perbelanjaan palagi di kotanya yaitu Tegal saat itu peluang tersebut masih sangat terbuka lebar. "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.



Impian Muhadi membangun sebuah mall di Tegal akhirnya menjadi kenyataan. Pada tahun 1998 ketika maraknya krismon, Mall Dedy Jaya pun akhirnya berdiri. Muhadi juga membangun dua hotel berbintang. Lokasinya yaitu di Tegal dan Brebes. Muhadi berfikir bahwa jika ada turis entah itu domestik atau asing tentu membutuhkan penginapan yang berkelas. Saat itu di kedua daerah tersebut belum ada hotel yang berkelas yang ada cuman losmen – losmen kecil saja. Sehingga bisnis hotelnya hampir tak ada saingan.


Hasil Kerja Keras Seorang Muhadi
Kegigihan Muhadi untuk merubah nasibnya patut diacungi jempol. Di usianya yang masih 31 tahun, ia sudah menjadi pemilik grup bisnis beromset miliaran bahkan mungkin triliunan. Bahkan jerih payahnya ini selain menghasilakn uang juga telah membuatnya menerima berbagai penghargaan dan gelar. Dirumanya, ada tiga almari yang penuh dengan berbagai piala dan piagam penghargaan. Yang paling membanggakan adalah penghargaan upakarti dari Presiden. “Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.

Motto hidup Muhadi adalah Masalah nasib urusan belakangan, yang penting kerja keras dulu. Itulah yang mendasari dirinya untuk terus mencoba dan mencoba bisnis baru. Sebagai catatan walau ia sudah memiliki perusahaan bus dan juga menjadi kontraktor, usaha nya yang dulu tak pernah ditinggalkannya seperti usaha bambu dan toko bangunan karena dari dua usaha itulah yang menjadi dasar bisnisnya sekarang ini.

Muhadi tak menampik bahwa peran serta bank dalam mengucurkan pinjaman untuk nya juga sangat penting. Namun perlu dicatat bahwa bank tak mungkin mempercayakan uangnya jika kredibilitas seseorang tak bagus. Muhadi mengakui bahwa hutangnya di bank cukup besar, namun ia tak malu mengakui itu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Muhadi bukan tipe orang yang suka pamer dan bermewah-mewah dengan hasil yang telah dicapainya. Kantor pusatnya sangatlah sederhana, hanya ruangan sebesar 24 m2 yang menempel dengan rumahnya di daerah Jalan Raya Cimohong, Bulakamba. Dari situlah Muhadi mengendalikan kerajaan bisnisnya.




Kegagalan Itu Selalu Membuntuti
Muhadi tidak terus-terusan mendapat sukses. Ia juga pernah gagal bahkan hampir membuatnya berhenti dari segala bisnisnya. Ia pernah merasakan pahitnya rugi, pahitnya gagal dan hampir bangkrut. Salah satu bisnisnya yang gulung tikar adalah usaha bioskop Dedy Jaya di Tegal. Awalnya usaha ini menuai untung yang besar namun kemudian marak VCD bajakan yang membuat orang enggan ke bioskop. Perlahan-lahan pengunjung bioskopnya sepi dan akhirnya Muhadi terpaksa melego bioskopnya.

Muhadi juga pernah menjajal bisnis kapal ikan. Dibisnis ini persainganya sangat ketat dan ketika itu bertepatan dengan krismon tahun 98. sebenarnya saat itu bisnisnya baru berkembang dan sedang butuh banyak modalnamun karena krismon suku bung naik terus membuat bank tak sanggup mengucurkan modal besar. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada," kenang Muhadi.

Hampir saja bisnis kapal ikan ini juga menyeret bisnisnya yang lain untuk rugi akhirnya ia hentikan bisnis kapal ikannya agar tak berdampak pada bisnisnya yang lain.


Siapa yang bersungguh-sungguh, Insya Allah berhasil
Roda itu berputar, begitu juga dengan nasib Muhadi. Kesuksesan demi kesuksesan yang didapatnya selama ini bukanlah didapatnya secara instan. Ia bukan mendapatkan nya dari warisan. Ia mendapakannya dari usaha keras dan doa. Muhadi, yang awalnya hanya seorang tamatan SMP, hanya seorang pedagang es dan minyak keliling dan hanya seorang kondektur bus itu kini telah menjelma menjadi seorang yang sukses bersama raksasa bisnisnya yang berpusat di Tegal Dedy Jaya Group. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama mau bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya.



Sekian untuk postingan kali ini,
semoga kita semua dapt mengambil banyak pelajaran dari Sejarah PO. Dedy Jaya yang cukup Inspiratif ini.
Wasalamu'alaykum Wr. Wb


Sumber : 



Sejarah Berdirinya PO. Haryanto

Sabtu, 28 September 2013




PENSIUNAN DENGAN PANGKAT KOPRAL, PENGHASILAN DI ATAS JENDRAL



Merantau ke Jakarta tanpa uang dan pendidikan, Bapak Haji Haryanto akhirnya melamar sebagai anggota TNI. Setelah 20 tahun mengabdi di kesatuannya dengan pangkat terakhir kopral, beliau justru sukses berbisnis angkutan umum.

Kini penghasilannya tak kalah dengan para jenderal. Berkat ketekunan, keuletan, dan tentu saja garis keberuntungan yang tergores di tangannya, Bapak Haji Haryanto akhirnya memetik buah usahanya. Bagi Bapak Haji Haryanto ini disiplin memang bukan hal aneh. Maklum, beliau adalah mantan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jangan pandang sebelah mata. Kariernya di TNI memang berakhir saat beliau berpangkat kopral. Tapi, Bapak Haji Haryanto benar-benar sukses mengelola bisnis.
Saat ini beliau memiliki 90 bus eksekutif yang melayani jalur Jakarta-Kudus, Pati, Jepara, Ponorogo dan Madura. 20 unit Bis Pariwisata. Selain itu, ia juga memiliki 150 unit angkutan kota (angkot) yang merajai seluruh trayek di Tangerang serta memiliki show room mobil dan 2 buah Rumah makan besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bapak Haji Haryanto sendiri sebenarnya tak pernah menyangka ia akan menjadi pengusaha. Pasalnya, ia terlahir sebagai anak desa di Kudus, Jawa Tengah. Orang tuanya hanyalah buruh tani yang punya kerja sambilan sebagai tukang memisahkan tulang dan daging ikan di pasar.

Sejak kecil Bapak Haji Haryanto memang bercita-cita bisa berseragam loreng sambil memanggul senjata. Cita-citanya itu akhirnya kesampaian juga. Tahun 1979 beliau mulai bekerja di kesatuan angkatan udara Kostrad di Tangerang. "Saya dididik jadi pengemudi, tugas saya mengangkut alat-alat berat, meriam, beras untuk konsumsi dan perminyakan," kenang Bapak Haji Haryanto. Penghasilan yang beliau kantongi waktu itu sekitar Rp 18.000 per bulan.

Adapun Bapak Haji Haryanto , sejak kecil dididik untuk bekerja keras, mulai dari menggembala sapi milik tetangga, berjualan es atau sebagai tukang ngarit demi menambah penghasilan bagi kelangsungan hidup keluarganya. Maklum, keluarganya adalah keluarga besar. Bapak Haji Haryanto adalah anak keenam dari sebelas bersaudara.Meski ulet, ternyata Bapak Haji Haryanto cukup bandel. Buktinya, beliau tidak menyelesaikan sekolahnya di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM) lantaran merasa tidak cocok. beliau lalu kabur dari rumah dan hijrah ke Tangerang. "Saya akan mengubah nasib," begitu tekadnya waktu itu.Berbekal tekad dan semangat yang kuat, di Tangerang Bapak Haji Haryanto lalu mendaftar sebagai anggota TNI.

Di sela-sela waktu bekerja sebagai sopir kendaraan militer di kesatuannya, Bapak Haji Haryanto pun meluangkan waktunya untuk menyopiri angkotnya. Saban hari beliau menyopir angkotnya pada pukul 15.00-16.00, kemudian bekerja di Kostrad hingga pukul 19.00. Selepas pukul 22.00, ia mulai mengemudikan angkotnya lagi hingga dini hari. Suka tidak suka, Bapak Haji Haryanto harus mengurangi waktu tidurnya demi menafkahi istri dan ketiga anaknya.Berkat rajin menyopiri angkotnya, tahun-tahun berikutnya Bapak Haji Haryanto terus membeli angkot dari uang yang ia sisihkan.

Bekerja sambilan jadi sopir angkot karena sudah bekerja dan mengantongi gaji, pada 1982 Bapak Haji Haryanto memberanikan diri untuk menikah. Tapi, gaji belasan ribu yang diterimanya tiap bulan itu ternyata tak cukup untuk menambal semua kebutuhan hidupnya. Bahkan, rumah sewa berukuran 3 x 4 meter yang beliau huni bersama dengan istrinya tak mampu ia bayar. "Untuk membayar sewa rumah saja saya utang," kenangnya. Kepepet dengan kondisi keuangan yang minim inilah yang justru mempertebal semangat Bapak Haji Haryanto untuk mulai mencari usaha sampingan. Pada 1984, dengan modal uang tabungan kurang dari Rp 1 juta, Haryanto nekat membeli satu unit mobil angkutan kota (angkot) buatan Daihatsu.beliau pun lalu menjadi sopir bagi kendaraan pribadinya yang berpelat kuning. Waktu itu rute yang ia tempuh Pasar Anyar-Serpong. "Dulu masih kebun karet, jalannya juga enggak sebagus sekarang," paparnya.

Kendati usianya baru 43 tahun, tahun 2002 lalu, ia melayangkan surat pengunduran diri. "Saya enggak dapat pesangon, tapi dapat pensiun Rp 800.000 per bulan," ujarnya.Sejak pensiun itulah Bapak Haji Haryanto justru sibuk dengan mainan barunya, yaitu PO Haryanto yang dirintisnya pada tahun yang sama. Waktu itu Bapak Haji Haryantomendapat kucuran kredit dari Bank BRI sekitar Rp 3 miliar. Uang itu ia gunakan untuk membeli enam unit bus senilai masing-masing Rp 800 juta. "Pinjaman itu saya pakai untuk uang muka beli bus," katanya.Semula Bapak Haji Haryanto mengoperasikan busnya untuk rute Cikarang-Cimone kelas non-AC alias ekonomi.


Modal untuk membeli angkot juga didapatnya dari hasil kerja sambilannya yang lain, sebagai perwakilan bus PO Sumber Urip yang ia tekuni sejak 1990-2000. Angkotnya terus beranak-pinak hingga puluhan dan terus bertambah menembus angka 100 unit. "Insya Allah sekarang saya telah memiliki jalur angkot hampir seluruh Tangerang," ungkapnya penuh syukur. Saat ini sekitar 150 angkot ada dalam daftar asetnya. Dari usaha angkotnya saja, jutaan rupiah berhasil beliau kantongi setiap hari.Tapi, Bapak Haji Haryanto bukan orang yang gampang berpuas diri. Tahun 1990 ia membuka satu gerai showroom mobil di Tangerang yang khusus menjual angkot dari beragam karoseri. Gerai ini tak membutuhkan modal yang banyak, Bapak Haji Haryanto hanya menyiapkan lahan bagi mereka yang ingin menjual angkotnya. "Modalnya hanya kepercayaan," tukas Bapak Haji Haryanto. Showroom ini pun cukup laris, setiap bulan sekitar 20-30 unit mobil berhasil beliau jual.Pensiun dari kopral, gajinya jenderal karena putaran roda bisnisnya semakin kencang, Haryanto pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kesatuannya di militer.


Sayangnya, bus jurusan tersebut sepi penumpang. Maka, ia mengalihkan ke bus eksekutif yang ber-AC dan membuat rute baru yang tujuannya tak jauh dari kampung halamannya, yaitu Jakarta-Kudus, Jakarta-Jepara, dan Jakarta-Pati. Demi menjaga kualitas, Haryanto mendidik sopir-sopirnya agar tidak ugal-ugalan dan diprotes penumpang. Walau sudah menjadi juragan, Bapak Haji Haryanto pun tak segan-segan setiap hari nongkrong di terminal, memeriksa sendiri kondisi bus-busnya sambil mendengarkan keluhan penumpang.














Dari putaran roda bisnis di bisnis beragam angkutan penumpang ini, Bapak Haji Haryanto kini menangguk pendapatan yang lumayan. Karyawannya pun kini telah mencapai 600 orang. "Saya enggak nyangka sekarang bisa menjadi pengusaha," ungkap Bapak Haji Haryanto. Sebagai pengusaha, tentu saja penghasilan pensiunan kopral itu tak kalah dengan para jenderal.


Bapak Haji Haryanto agaknya sadar betul bahwa usahanya tak akan berhasil tanpa campur tangan Yang di Atas. Itu sebabnya, ia berikrar akan memberangkatkan sopir-sopirnya ke Tanah Suci. Maka dari itu, setiba dari Mekkah, kendati harga dolar sedang mahal-mahalnya, Bapak Haji Haryanto memenuhi janjinya pada diri sendiri untuk memberangkatkan karyawannya naik haji. Kesempatan pertama itu ia hadiahkan pada satu orang sopir yang telah setia bekerja padanya. "Dia sopir pertama yang saya berangkatkan ke tanah suci," ujarnya.

Mengongkosi Sopir ke Tanah Suci. Pergi ke tanah suci adalah impian Bapak Haji Haryanto, pemilik PO Haryanto. Itu sebabnya, ia selalu menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya. Berkat uang hasil tabungannya itulah, pada 1997, akhirnya ia bisa berangkat ke tanah suci bersama orang tua dan istrinya. Sejak kakinya menginjakkan tanah suci itulah ia berjanji pada dirinya untuk menjalankan bisnis ini dengan sungguh-sungguh. "Alhamdulillah saya bisa ke Mekkah juga dari hasil usaha angkot," ujarnya.

Tradisi memberangkatkan karyawannya itu terus ia pelihara hingga sekarang. Bagi karyawan yang taat dan tekun beribadah, Bapak Haji Haryanto tak segan-segan membagi tiket untuk beribadah ke Mekkah.




Oke pengunjung setia SEPI Blog, banyak hikmah yang kita bisa ambil dari cerita tersebut. Intinya adalah Man Jadda Wa Jadda, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Selain Ikhtiar/Usaha, Doa juga perlu sobat. Dan jika kduanya ini sudah kita lakukan dengan maksimal. Maka bertawakallah kepada Allah SWT.

Semoga PO. Selaras Prima juga dapat terwujud ya sobat. Amin..
Ya Sekian dulu dari SEPI Blog, Semoga artikel ini bermanfaat. dan Semoga Usaha yang dijalankan oleh Bapak Haji Haryanto juga berkah dan dapat banyak membantu Umat.

Wasalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh


sumber : kaskus.co.id

Sejarah Berdirinya Perusahaan Transportasi Tertua di Sumbar

Senin, 18 Februari 2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Semoga sahabat SP Blog selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Taukah anda perusahaan transportasi tertua di Sumatera Barat??
Mungkin beberapa dari kalian ada yang tau, dan ada juga yang tidak, namun jika kalian pernah mendengar kata NPM, itulah yang sedang kita bahas sekarang.

NPM adalah sebuah singkatan yang mengambil sebuah huruf depan dari kata Naikilah Perusahaan Minang.

Tau berapa umurnya NPM sekarang??
Umurnya sudah lebih dari 3/4 abad. WOW...hehehe
Ya tepatnya ialah 76 tahun, berarti NPM ini berdiri sejak tahun 1937.
Ternyata masih lebih tua NPM ya ketimbang umurnya negeri kita Indonesia.
Maka dari itulah akta perusahaan ini pun masih asli dalam bahasa Belanda. WOW

Berbanggalah kalian yang berdarah minang, karena NPM ini asli dilahirkan di Padang Panjang dan masih berkantor pusat di kota ini.

Penyegaran mata dulu
Photo BUS kelas Eksekutif-nya


Saat ini NPM dipegang oleh generasi ketiga dari keluarga Baharudin Sultan Barbangso Nan Kuniang. Menurut berbagai sumber NPM mengalamami masa jaya pada tahun 1990-an.

Ting-ting-ting
Photo bus yang biasanya

NPM mengangkut para penumpang setianya dari berbagai kota ; Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman dan siap mengantarkan para perantau Sumatera Barat ke berbagai kota ; Bekasi, Jakarta, Depok, Bogor dan Bandung.

Photo bus (Pariaman - Bandung)

Photo Bus (Padang-Bukittinggi)

Jadi siapa yang belum coba??
Silahkan mencobanya, tapi beli tiketnya dulu yaaa
Wasalam
Sumber : bismania.org

Penghargaan Sinar Jaya

Senin, 10 September 2012

  1. PO Favorit Kapolda DKI Jakarta 2003
  2. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2005"
  3. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2006"
  4. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2007"
  5. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2008"
  6. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2009"
  7. Penghargaan Dishub "Bus AKAP Terbaik 2010"
  1. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2005"
  2. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2006"
  3. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2007"  
  4. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2008" 
  5. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2009"
  6. Penghargaan Dishub "Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) 2010"
  1. Penghargaan dari Hino Jepang 1.000.000 km tanpa overhoul
  2. Ikut aktif dalam program Udara Bersih Jakarta dgn Swisscontact

Rekor MURI "Perusahaan Angkutan Penerima Penghargaan Terbanyak dalam bidang pelayanan 6 kali berturut-turut (Tahun 2005-2010) dari menteri perhubungan RI", 22 Juni 2011


Sejarah Berdirinya PO. MAJU LANCAR

Minggu, 09 September 2012


PO. MAJU LANCAR didirikan sejak tahun 1986, yang dipelopori oleh Bapak H. Sutrisno dan Ibu Hj. Sri Hartati Sebagai Pemilik Perusahaan.

PO. MAJU LANCAR adalah penyedia jasa layanan angkutan / transportasi, antara lain : Angkutan Umum / Regular (AKAP / AKDP), Pariwisata dan Angkutan Karyawan. Yang pada awal didirikannya hanya memiliki 2 unit bus besar AKDP, dengan rute Wonosari-Yogjakarta PP, dan kini jumlah armada yang kami miliki adalah 140 unit, tidak hanya bus besar, kendaraan niaga lainnya dapat anda baca di halaman lain Company Profile ini.

PO. MAJU LANCAR didirikan karena melihat perkembangan yang sangat pesat dibidang transportasi darat khususnya di pulau Jawa dan seluruh Wilayah Indonesia, juga bertujuan memajukan sektor Pariwisata yang ada di Indonesia seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

PO. MAJU LANCAR selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan kepada para konsumen (penumpang), upaya yang dilakukan adalah : pelatihan sumber daya manusia, peningkatan managemen, selalu berinovasi, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan yang prima.
Selain sumber daya manusia, kekompakan team / organisasi yang solid sangat berpengaruh untuk bisa memberikan mutu pelayanan yang maximal menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

PO. MAJU LANCAR hingga saat ini didukung oleh sumber daya manusia, antara lain :
  1. Direktur Utama 
  2. Direktur Keuangan 
  3. Direktur Operasional 
  4. Direktur Tehnik 
  5. Direktur Umum 
  6. Personalia 
  7. Staff AccountingStaff Administrasi 
  8. Mekanik
  9. Body Repair
  10. Staff Gudang (Spare Part)
  11. Security
  12. Pengemudi 
  13. Kondektur
Direksi dan managemen selalu mengikuti / menghadiri pelatihan-pelatihan yang pembicaranya adalah pakar marketing terkenal seperti : Hermawan Kertajaya, Mario Teguh dll. Dengan mengikuti / menghadiri pelatihan tersebut kami mendapatkan inspirasi dan kami pun lebih termotifasi dalam menjalankan usaha ini.

Semua staff mulai dari administrasi sampai pengemudi mendapatkan training / pelatihan mengenai kerjasama dalam team / organisasi dan dalam memberikan pelayanan yang baik pada konsumen / penumpang secara berkala. Training / pelatihan yang kami berikan pada para karyawan antara lain :
  • Menjalin komunikasi yang baik kepada sesama rekan  kerja, terutama dengan pelanggan dan calon penumpang.
  • Mendahulukan kepentingan perusahaan dan konsumen / penumpang.
  • Tulus dan ikhlas dalam bekerja maupun membantu siapa saja.
  • Rapi dalam berpakaian.
  • Santun dalam bertindak.
  • Selalu jujur dalam segala hal.
  • Selalu fokus dalam bekerja.

Dan masih banyak lagi upaya-upaya yang kami lakukan, seiring dengan berjalannya waktu kami terus berusaha menjadi yang terbaik dan akan selalu berusaha memberikan pelayanan yang prima.
Pelatihan intern pada para pengemudi agar bisa memberikan layanan prima :
  • Cara mengemudi yang baik.
  • Cara merawat kendaraan.
  • Selalu mematuhi rambu lalu lintas.
  • Selalu menjaga kebersihan diri maupun kendaraan.

Armada-armada PO. Maju Lancar yang terus bertambah :
KAROSERI
ADI PUTRO






KAROSERI
TENTREM



KAROSERI
LAKSANA




KAROSERI
TRISAKTI







KAROSERI
RAHAYU SENTOSA




sumber : www.majulancar.com dan berbagai sumber.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SELARAS PRIMA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger